FAI : 19

“Pegel banget. Buat nunduk sakit,” gumam Fai.

Kelopak mata Fai bengkak. Hanya sebelah. Bengkak bukan karena menangis. Sakit yang kemungkinan tersengat serangga.
Fai mengoleskan minyak tawon di sekitarnya. Padahal hari ini, ia harus mengantar temannya Eneng ke terminal.

Sore itu, Fai melepas kepergian Eneng.
Mata Fai memerah, tapi tak satu pun bulir air mata menetes. Ia memandang sahabatnya dari kejauhan. Ada perasaan yang membuncah. Ia cemburu sekaligus kecewa. Cemburu pada kawannya yang berpindah (hijrah) dan justru kecewa pada dirinya sendiri.

Continue reading “FAI : 19”

Iklan

Memulai (2)

Pernahkah, tak ingin memulai hal yg tak kamu suka?
Aku pernah, terlalu kerap malah.

Memulai hal yg disuka saja, terkadang sulit. Sulit mengalahkan rasa malas. Apalagi memulai hal yang terlanjur dibenci. Kekuatan untuk memulainya perlu berlipat-lipat kali.

Memulai hal yang suka, mungkin hanya perlu mengalahkan rasa malas.
Tapi untuk memulai hal yang tak disuka perlu mengalahkan beberapa hal.
Rasa malas, jelas. Apalagi ego, itu yang susah. Aku akan beralasan bahwa aku tak suka, aku tak mampu, aku tak bisa menyelesaikan sampai akhir, aku tak bisa berikan yang terbaik.

Memulai hal yang terlanjur kamu benci.
Hati-hati lho, ada pepatah yang mengatakan bahwa benci yang berlebihan akan membuatmu jatuh dalam kecintaan.
Jangan-jangan, kamu akan mencintai pekerjaan yang kamu membencinya.
Bisa jadi kamu benci untuk memulai sekarang. Maka kamu akan mencintainya lusa.

Dan apa yang kamu rasakan sekarang?
(Cinta? Atau gelisah?)

Memulai (1)

Pernahkah teman-teman berat memulai sesuatu?
Aku pernah. Sering malah. Berat sekali rasa untuk memulai sesuatu hal yang belum pernah aku lakukan.

Beberapa kali harus berangan atau berandai.
“Nanti jikalau seperti ini… aku akan melakukan ini. Nanti saja kalau begini… baru aku bisa…”
Kata “nanti”, kata “jika”. Uhh. Kata-kata itu jadi kambing hitam buat diriku yang tak bertekad untuk memulai sesuatu itu. Kata-kata itu jadi alasan buat diriku yang sering malas melakukan sesuatu.

Padahal kalau kita sudah memulai, kemudahan-kemudahan itu akan datang menghampiri.
Padahal kalau kita sudah memulai, kebaikan-kebaikan pun datang silih berganti.

Merawat Mimpi

Masih ingat ketika sekolah dasar, kita seringkali ditanya bapak/ibu Guru,”Apa cita-cita kalian anak?” Dengan percaya diri, banyak yang menjawab : dokter, guru, polisi, tentara, guru. Itu jamanku pas sekolah dasar. Bagaimana dengan saat ini? Apakah masih sama? Masih punya cita-cita kan? Lupa? Atau malah sudah tak punya cita-cita.

Merawat mimpi, susah-susah gampang. Semakin bertambah usia, semakin banyak realita hidup yang nampak. Semakin banyak HTMG (hambatan, tantangan, masalah, gangguan) yang menghadang. Kita lebih sering fokus ke masalah tersebut. Meradang. Lupa akan tujuan dan cita-cita awal yang pernah digaungkan. Lelah berjalan untuk mencapainya. Continue reading “Merawat Mimpi”

Jaga Izzah, Walau Ngebet Nikah

Quarter life crisis, terjadi di sekitar usia 25-an tahun. Galau tentang kehidupan. Entah itu perkuliahan (bagi yang masih kuliah atau belum lulus), pekerjaan, atau pernikahan. Kali ini, saya akan bahas tentang galau nikah.

Instagram sebagai media sosial visual, sedikit banyak membawa pengaruh mengenai “kompor nikah” ini. Nikah muda, menjadi trending topic. Saya tak akan bahas mengenai para pemilik akun yang menyebarkan tagar nikah muda. Saya ingin menyenggol tentang para manusia penggalau nikah di sosmed, entah facebook, instagram ataupun status whatsapp.

Para penggalau nikah ini, entah hanya perasaan saya yang terlalu sensitif atau bagaimana. Mereka bikin kode keras di status-status sosial media. Seperti : sudah pantas kan?, ada yang mau?, siapa yang datang ke rumah? Continue reading “Jaga Izzah, Walau Ngebet Nikah”

Proyek Akhir, Akhirnya Yes!

Tahun lalu, tepatnya bulan Maret, saya dapat menampilkan karya inovasi produk fashion saya dalam pagelaran proyek akhir busana tahun 2017. Saya bareng dengan angkatan 2014. Lega rasanya. Tema proyek akhir kali ini adalah DIMANTION.

Proses proyek akhir ini dimulai dengan wajib menyelesaikan mata kuliah Analisis Tren Mode. Dalam mata kuliah tersebut, mahasiswa diperkenalkan bagaimana menganalisis tren mode. Mahasiswa diminta menganalisis tren mode diberbagai kota fashion dunia, yaitu : London, Paris, Milan, New York, dan Tokyo. Continue reading “Proyek Akhir, Akhirnya Yes!”

Salah Jurusan? Segera Ambil Sikap!

Merasa salah jurusan? Kalo iya, segera ambil sikap. Jangan berlarut-larut dalam kesedihan. Jangan ragu. Yakin! Ada dua pilihan : lanjut atau keluar. Jangan diam saja, takut mengambil keputusan. Hidup itu memilih.

1. Lanjut

Banyak juga kok orang-orang yang merasa salah jurusan, tetapi mereka tetap melanjutkan. Dari orang yang melanjutkan ini, ada yang berhasil dan ada juga yang enggak.

Continue reading “Salah Jurusan? Segera Ambil Sikap!”

Ini Rasa Jadi Mahasiswa Salah Jurusan

Sudah bukan rahasia umum, dari sekian tahun ajaran baru pasti ada saja mahasiwa yang ngerasa salah jurusan. Entah merasanya dari semester awal, atau di semester pertengahan (3 atau 4).

Kalo merasa dari awal, masih tahun pertama, enakan. Enakan bilang ke orang tua. Enakan gak nanggung. Enakan gak merasa bersalah. Merasa bersalah menghabiskan uang masuk, uang biaya kuliah, biaya hidup, biaya kos (buat yg ngekos), uang beli buku, dsb.

Kalo udah pertengahan, kayak semester 3 atau 4, gak enak. Takut bilang orang tua. Soalnya hampir setengah perjalanan. Katanya bentar lagi. Tapi kalo dilanjut, kok ya gak bisa maksimal. Ngos-ngosan. Setengah jalan. Gak bisa menjiwai, mendalami ilmu. Merasa bukan keahliannya.

Continue reading “Ini Rasa Jadi Mahasiswa Salah Jurusan”

Sering Ikut Kepanitiaan, Punya Banyak Blus Seragam? Dibuang Sayang, Dipakai Bosan

Mengikuti organisasi atau kepanitiaan gak ada rugi kok. Kita bisa dapat pengalaman dan banyak teman juga jaringan. 

Banyak cara untuk mempererat hubungan kekeluargaan antar anggota organisasi, salah satunya adalah membuat seragam. Berbagai macam pilihan gaya seragam, di antaranya : kaos, korsa/PDL, atau atasan batik. Untuk organisasi formal, seragam korsa/PDL atau atasan batik bisa menjadi pilihan.

Punya banyak atasan batik seragam, dengan model yang standar? Ngerasa bosan padu padan atasan batik dengan rok? Bisa coba padu padan atasan batik dengan dress tanpa lengan.

Continue reading “Sering Ikut Kepanitiaan, Punya Banyak Blus Seragam? Dibuang Sayang, Dipakai Bosan”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑