FAI : 19

“Pegel banget. Buat nunduk sakit,” gumam Fai.

Kelopak mata Fai bengkak. Hanya sebelah. Bengkak bukan karena menangis. Sakit yang kemungkinan tersengat serangga.
Fai mengoleskan minyak tawon di sekitarnya. Padahal hari ini, ia harus mengantar temannya Eneng ke terminal.

Sore itu, Fai melepas kepergian Eneng.
Mata Fai memerah, tapi tak satu pun bulir air mata menetes. Ia memandang sahabatnya dari kejauhan. Ada perasaan yang membuncah. Ia cemburu sekaligus kecewa. Cemburu pada kawannya yang berpindah (hijrah) dan justru kecewa pada dirinya sendiri.

Continue reading “FAI : 19”

Iklan

Memulai (3) : Niat

Memulai sesuatu perlu dilandasi dengan niat.

Niat berasal dari bahasa Arab yaitu niyyat. Niat adalah keinginan dalam hati untuk melakukan suatu tindakan yang ditujukan hanya kepada Allah.
Ya, seharusnya niat ditujukan hanya kapada Allah. Sayangnya, kadang niat tidak selalu ditujukan kepada Allah. Niat yang melenceng, salah.

Memulai sesuatu dengan niat yang benar, akan menjadikan berkah.
Berkah yaitu bertambah-kembangnya kebaikan, serta menjadikan kita selalu ingat kepada Allah. Memudahkan jalan.

Lalu bagaimana jika memulai sesuatu dengan niat yang tidak tepat?
Melakukan suatu tindakan bukan ditujukan hanya kepada-Nya?
Melakukan suatu tindakan hanya karena tidak enakan?
Melakukan suatu tindakan hanya karena takut pada manusia?

Apakah kebaikan-kebaikan selalu bertambah berkembang, sehingga membuat saya semakin taqwa kepada-Nya?
Atau justru sebaliknya?
Kebaikan-kebaikan itu semakin lama semakin menghilang, tidak berkembang?
Apakah saya sudah memulai sesuatu dengan niat yang benar?

Memulai (2)

Pernahkah, tak ingin memulai hal yg tak kamu suka?
Aku pernah, terlalu kerap malah.

Memulai hal yg disuka saja, terkadang sulit. Sulit mengalahkan rasa malas. Apalagi memulai hal yang terlanjur dibenci. Kekuatan untuk memulainya perlu berlipat-lipat kali.

Memulai hal yang suka, mungkin hanya perlu mengalahkan rasa malas.
Tapi untuk memulai hal yang tak disuka perlu mengalahkan beberapa hal.
Rasa malas, jelas. Apalagi ego, itu yang susah. Aku akan beralasan bahwa aku tak suka, aku tak mampu, aku tak bisa menyelesaikan sampai akhir, aku tak bisa berikan yang terbaik.

Memulai hal yang terlanjur kamu benci.
Hati-hati lho, ada pepatah yang mengatakan bahwa benci yang berlebihan akan membuatmu jatuh dalam kecintaan.
Jangan-jangan, kamu akan mencintai pekerjaan yang kamu membencinya.
Bisa jadi kamu benci untuk memulai sekarang. Maka kamu akan mencintainya lusa.

Dan apa yang kamu rasakan sekarang?
(Cinta? Atau gelisah?)

Memulai (1)

Pernahkah teman-teman berat memulai sesuatu?
Aku pernah. Sering malah. Berat sekali rasa untuk memulai sesuatu hal yang belum pernah aku lakukan.

Beberapa kali harus berangan atau berandai.
“Nanti jikalau seperti ini… aku akan melakukan ini. Nanti saja kalau begini… baru aku bisa…”
Kata “nanti”, kata “jika”. Uhh. Kata-kata itu jadi kambing hitam buat diriku yang tak bertekad untuk memulai sesuatu itu. Kata-kata itu jadi alasan buat diriku yang sering malas melakukan sesuatu.

Padahal kalau kita sudah memulai, kemudahan-kemudahan itu akan datang menghampiri.
Padahal kalau kita sudah memulai, kebaikan-kebaikan pun datang silih berganti.

Terancam : Tentang Rezeki

A : Aku sedih.
B : Kenapa?
A : Hmm… Teman-temanku yang bukan anak busana, pada punya usaha busana. Bikin brand sendiri. Aku merasa terancam dan minder.
B : Tenang aja. Kita punya ilmunya. Jika yang lain nyemplung usaha bidang busana cuma karena ikut-ikutan tren. Kita harusnya jangan cuma ikutan arus aja. Bisa menggali ide-ide yang lain. Menciptakan tren,
A : Tapi… rasanya berat, aku pesimis… Perang-perangan harga. Murah-murahan. Padahal belajarnya dibelain sampai nangis-nangis.
B : Ingat ada Allah. Rezeki Allah itu luas. Rezeki seseorang tidak akan tertukar. Percaya dan yakinlah.
A : Iya ya…
B : Berdoa dan berusaha.

Arti Nama : Rahma Darma Anggraini

Nama adalah doa. Ada harapan orang tua dalam nama anaknya.

Saya masih ingat. Ketika sekolah menengah pertama, seorang guru Bahasa Indonesia kelas VII menanyakan arti nama saya bagian Anggraini. Lalu, ketika ujian semester, seorang guru pengawas kaget dengan nama “Darma”.

Saya pernah tanya kepada orang tuaku. Rahma jelas diambil dari bahasa Arab. Rohmah artinya adalah pemurah. Darma karena bapak saya bernama Darman. Selain itu, darma juga berasal dari bahasa Sansekerta “Dharma” yang artinya adalah kewajiban, aturan dan kebenaran.

Untuk arti Anggraini, saya menemukan di Wikipedia.

Continue reading “Arti Nama : Rahma Darma Anggraini”

Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan

Hidup juga tentang perjuangan. Memperoleh sesuatu butuh perjuangan. Tak ada sesuatu yang gratis di dunia ini. Pun dengan kebaikan. Mengapa orang lain bersikap baik sama saya? Karena saya bersikap baik pada mereka. Tetapi jangan sampai ada pikiran: dia bersikap jahat kepada saya, berarti saya harus balik bersikap jahat pada mereka.

Kebaikan yang kita lakukan, akan kembali kepada diri kita (bisa dalam bentuk yang sama atau dalam bentuk yang berbeda).

Balik ke perjuangan. Sampai sekarang aku sudah berjuang, namun hasilnya belum terlihat. Atau saya sudah berjuang, namun aku masih mendapatkan kesulitan. Apa yang salah? Continue reading “Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan”

Done is Better than Perfect : Selesai Lebih Baik daripada Sempurna

Banyak pelajaran hidup yang tidak saya dapatkan di dalam kelas sekolah maupun kelas kuliah. Pelajaran-pelajaran itu baru diuji ketika masa-masa sulit kuliah. Salah satu pelajaran yang setahun terakhir ini terasa adalah “selesai lebih baik daripada sempurna”.

Di masa sekolah, dari SD sampai SMA/SMK kita dituntut untuk selalu melakukan kesempurnaan. Kesempurnaan ini terlihat dari anak yang mendapat nilai 100 adalah anak hebat. Sempurna! Kita dituntut untuk selalu melakukan dan mendapatkan nilai yang terbaik dalam semua bidang. Ada juara kelas. Belum ada juara perminatan. Ya begitulah sistem pendidikan kita.

Continue reading “Done is Better than Perfect : Selesai Lebih Baik daripada Sempurna”

Hikmah yang Dapat Diambil Ketika Salah Jurusan

Sesak rasanya kalo salah jurusan. Sedih juga. Dari peristiwa ini, saya dapat memperoleh beberapa hikmah.

Rasulullah SAW bersabda,

”Hikmah itu adalah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah.” (HR. Tirmidzi)

1.Belajar memilih, dan menentukan keputusan.
Dalam hidup, kita akan menemukan beberapa pilihan. Baik dan buruk. Benar dan salah. Kita harus menentukan pilihan mau ambil yang baik atau yang buruk, kemudian memutuskan mana yang akan kita ambil. Pilihan A memiliki risiko yang berbeda dengan pilihan B. Pun juga, pilihan B memiliki keuntungan/manfaat yang berbeda dengan pilihan A.

Continue reading “Hikmah yang Dapat Diambil Ketika Salah Jurusan”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑