Makan Idealisme?

Sebenarnya kepahaman mengenai idealisme dan realisme baru saya dapatkan ketika bangku perguruan tinggi. Telat banget baru dapat ketika umur udah tau kayak gini. Memulai petualangan mencari jati diri dengan ikut organisasi sana sini. Lempar-lemparan opini. Seringnya terima tanggapan kayak:

“Sudah deh, realistis aja gak usah yang aneh-aneh.”

Pernah dapat tanggapan kayak gini? Saya lumayan sering. Gak tau deh kenapa. Entah terlalu “jauh” tertinggal dengan kenyataan, atau berbeda frekuensi dengan “teman” bicara saya.

Gak bolehkah kita idealis? Bukankah kemajuan dan perubahan bisa terjadi karena ada mereka para idealis? Idealis membuat harga. Harga diri, harga bangsa. Mau ikut realita yang sudah ada, maka sama dengan kenyataan yang ada…  Stagnan. Idealisme menelurkan ide gagasan. Membangun mimpi dan harapan. Memunculkan gairah pergerakan. Mau mematikan gagasan, harapan, dan semangat pergerakan?