UNY, Juara JFW Empat Kali Berturut-turut

Jogja Fashion Week merupakan agenda tahunan yang diselenggrakan oleh Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta bekerja sama dengan APPMI (Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia) Yogyakarta. JFW dilaksanakan pada tanggal 2-6 November 2011. Serangkaian acara yang digelar, diantaranya lomba desain busana, peragaan busana, seminar fashion, pameran dagang produk fashion dan asesoris. Lomba karnaval pada tanggal 2 November di Jalan Malioboro merupakan pembukaan. Penutupan acara di JEC.


Tahun ini, penyelenggara menentukan tema “Sparkling Invintage”. Sparkling  artinya hal-hal yang berkilau. Sedangkan invintage artinya masa lalu. Jadi, maksudnya adalah hal-hal yang berkilau di masa lalu. Tema kecil tim UNY adalah “kebinekaan”. Sedangkan untuk judulnya, Manikam Mayapada Yogyakarta. Manikam dalam arti denotatifnya permata, atau dalam arti denotatifnya adalah segala sesuatu yang berkilau. Mayapada artinya alam. Jadi, manikin mayapada maksudnya adalah permata yang ada dialam Yogyakarta.

Untuk tahun sebelum 2008, karnaval JFW kurang sosialisasi sehingga berkesan eksklusif. JFW mulai go public di tahun 2008. Pihak yang berpartisipasi dalam karnaval JFW berasal dari institusi pendidikan maupun komunitas masyarakat.

Afif GB, S.Pd., dosen jurusan PTBB, adalah pembimbing dan pengarah dalam karnaval Jogja Fashion Week. Keterlibatannya meliputi pembuatan desain, penentuan tema untuk tim, koreografi, casting, make-up, mendampingi pada saat karnaval on the way, sampai penerimaan hadiah kejuaraan. Sejak pertama kali UNY ikut berpartisipasi dalam Jogja Fashion Week, Afif GB, S.Pd. sudah terlibat. UNY sudah empat kali berturut-turut berpartisipasi di JFW dimulai dari tahun 2008-2011 dan selalu menang.

Anggaran untuk karnaval ini berasal dari pihak Fakultas Teknik. Bapak Afif dan para mahasiswa yang terlibat di JFW menalangi biaya-biaya sebelum anggaran tersebut cair, Persiapan pembuatan busana membutuhkan waktu yang lama yakni dua bulan. Jika anggaran tidak ditalangi dulu, kemungkinan pembuatan kostum dapat terhambat. Biaya yang dipakai mencapai 7-8 juta.

“Mempertahankan jauh lebih sulit daripada meraih,” kata Bapak Afif. Maka dari itu, tim UNY berusaha dengan sebaik-baiknya. Beliau pun belum berani melepaskan para mahasiswa untuk mendesain sendiri karena tim-tim yang lain ada yang menyewa desainer khusus. JFW melibatkan mahasiswa sebanyak 38 orang, ditambah 7 orang perkusi, 5 orang sound.  Semuanya berasal dari fakultas Teknik. Semua perlengkapan 100% dibuat sendiri, termasuk umbul-umbul, asesoris, papan nama. 


Menurut Afif GB, S.Pd., penampilan karnaval JFW tahun ini bagus. Para kru yang terlibat merasakan kurangnya apresiasi dari para civitas akademika UNY. Banyak yang menganggap remeh persiapannya. Bahkan ada yang mengganggap para model yang mengenakan kostum hanya sekedar nampang. Padahal untuk jadi model tidak mudah. Mereka para model harus menjaga senyum dan tidak terlihat capek.

Harapannya untuk tahun mendatang jauh lebih bagus dan lebih dihargai dan mendapat apresiasi dari para civitas akademika UNY. Sadar atau tidak, karnaval JFW merupakan bentuk promosi gratis UNY kepada masyarakat. Banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa di UNY terdapat program studi Pendidikan Teknik Busana ataupun Teknik Busana.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s