PENGALAMAN KULIAH DI JURUSAN PTBB

Masuk jurusan PTBB, tepatnya prodi Pendidikan Teknik Busana, merupakan hal yang tidak terpikirkan jauh-jauh waktu sebelumnya. Dari kelas 6 SD, aku sudah menyenangi hal-hal yang berhubungan dengan komputer. Waktu itu, komputernya masih Pentium III, merknya processornya Cyrix. Aku pakai computer itu sampai awal kelas 3 SMK. Tetapi di sisi lain, sejak kecil aku juga senang dengan kerajinan tangan dan keterampilan.
Waktu menginjak SMP, mata pelajaran yang paling aku senangi adalah TIK alias Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kalau ada tugas, aku belain betah berlama-lama di depan kompi. Lulus bangku SMP, aku ingin masuk ke SMK yang jurusannya berhubungan sama komputer. Dulu bingung, mau masuk TKJ (Teknologi Jaringan Komputer) atau Multimedia. Eh, gak tahu kenapa bisa nyemplung di Multimedia…

Sewaktu di SMK, aku bercita-cita masuk prodi Teknik Informatika di UNY. Setelah lulus SMK pun, kalau ditanya orang,”Mau kuliah di mana? Jurusan apa?”. Pasti aku jawab, Teknik Informatika, UNY. Sewaktu mendaftar SNMPTN, pilihan pertamaku adalah Pendidikan TI, UNY. Lalu pilihan kedua, Pendidikan Teknik Busana, UNY. Dan yang ketiga, Pendidikan Teknik Boga, UNY. Dan ternyata aku nyemplung di Pendidikan Teknik Busana…
Pertama, kecewa. Pengen ikut SM (Seleksi Mandiri) buat dapetin bangku di prodi TI tapi aku gak enak sama ortu dengan biayanya yang mahal, belum sumbangannya. Yaudah deh, aku pilih itu aja. Lagipula, aku juga hobi dan ingin bisa menjahit. Hitung-hitung dapet ilmu dan pengalaman yang baru.
Masuk Pendidikan Teknik Busana, pertama aku kaget karena teman satu angkatanku cewek semua.
Lalu, karena aku belum ahli menjahit, aku sering salah. Baik memotong pola atau cara menjahitnya. Jadinya, harus ngulang memotong pola atau membongkar jahitan yang salah. Membongkar jahitan yang salah butuh waktu yang lama dan kita harus sabar, hati-hati, dan teliti. Kalau gak sabar, nanti kainnya bisa sobek dan kita harus motong kain lagi. Hohoho…
Ayo, semangat!!
Iklan

Jenis-Jenis Bahan Kaos

Mungkin belum banyak di antara kita yang belum mengetahui jenis kain atau jenis bahan kaos, meskipun hampir setiap hari kita memakainya. Bagi yang sudah mengetahui jenis-jenis bahan kaos pun, sering kali sulit membedakan bahan kaos antara satu dengan yang lainnya.

Semoga saja sekilas informasi tentang jenis-jenis bahan kaos yang beredar di pasaran ini -sedikit banyak- dapat membantu meningkatkan pengetahuan anda,sehingga dapat lebih selektif  dalam memilih produk kaos,baik untuk dipakai sendiri maupun untuk kepentingan bisnis.
Berdasarkan bahan dasar pembuatnya,bahan kaos yang terdapat di pasaran ada beberapa macam. Jenis bahan kaos yang umum ditemukan adalah Cotton Combed, Cotton Carded, CVC, TC, PE, Hyget. Jenis bahan kaos diatas umumnya digunakan untuk kaos oblong. Untuk kaos berkerah atau kaos polo (polo shirt), biasanya digunakan bahan cotton pique atau lacoste. Sedangkan untuk jaket,jumper,atau hoodie, biasanya digunakan bahan fleece atau terry.
Jika anda mengutamakan kenyamanan,pastikan menggunakan kaos yang menggunakan bahan 100% katun. Perlu diketahui bahwa masing-masing pabrik bahan kaos menghasilkan kualitas produk yang berbeda, dikarenakan perbedaan kualitas bahan baku kapas,perbedaan proses produksi dan quality control, serta perbedaan proses washing serta finishingnya. Oleh karenanya, bahan cotton combed dari pabrik A, bisa saja sedikit berbeda kualitas dan teksturnya  dengan pabrik B, demikian pula,  produk  bahan kaos yang dijual di toko kain X bisa jadi berbeda dengan toko kain Y.
Bahan kaos seratus persen katun (100% cotton) adalah bahan kaos yang 100 % terbuat dari serat kapas  alam. distro.indonesiapunya.com sendiri selalu menggunakan dan menawarkan bahan kaos 100% katun kualitas pilihan pabrikan Bandung, untuk dipakai dalam produk-produknya. Bahan kaos katun ini memiliki karakteristik bahan yang relatif halus, dingin,nyaman dipakai, dan menyerap keringat, sehingga sangat cocok  dipakai di wilayah beriklim tropis seperti indonesia.
>>JENIS BAHAN KAOS
1. 100% COTTON COMBED
Serat benang lebih halus. Hasil rajutan dan penampilan bahan lebih halus dan rata. Berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasi (gr/m2) di mesin rajutnya,bahan cotton combed memiliki beberapa jenis:20s,24s,30s,40s. Semakin besar angkanya,semakin halus dan tipis bahannya,dan semakin mahal harganya. Untuk kaos distro umumnya memakai jenis 20 s dan 30s,sedangkan untuk jenis lainnya,  biasanya dipakai juga untuk item dengan desain tertentu,seperti kaos khusus cewek atau pakaian dalam,menyesuaikan karakter bahannya.
2. 100% COTTON CARDED
Seperti halnya bahan cotton combed,bahan cotton carded memiliki beberapa jenis:20s,24s,dll,berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasi (gr/m2) di mesin rajutnya. Hanya saja serat benang yang digunakan dalam bahan cotton carded ini kurang halus. Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang halus dan kurang rata. Umumnya bahan cotton carded ini digunakan untuk kaos-kaos dengan target pasar kelas menengah,karena harganya relatif lebih murah dibandingkan cotton combed,memiliki tekstur kurang halus namun tetap nyaman dipakai karena terbuat dari 100% serat kapas alam.
3. CVC ( COTTON VISCOSE)
Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.
4. TC (TETERON COTTON)
Jenis bahan ini adalah campuran dari 35% Cotton Combed  dan 65% Polyester (Teteron). Dibandingkan bahan kaos katun (Cotton),bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali. Harganya pun relatif lebih murah.
5. POLYESTER atau PE
Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi kemudian dibuat untuk bahan kaos berupa serat fiber poly. Karena sifat bahan dasarnya,maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas jika dipakai.
6. HYGET
Jenis bahan ini juga terbuat dari plastik,namun lebih tipis. Banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai karena harganya yang sangat murah.
source:
distro.indonesiapunya.com/seputar-kaos-distro/jenisjenis-bahan-kaos

Tepat Memilih Busana Muslimah

Agar busana muslimah yang dipakai tetap nyaman digunakan, sebaiknya pilih busana yang tepat. Berikut beberapa tips memilihnya dari beberapa perancang busana muslim.

Pertama sebagai Wanita Muslim sesuai aturan Islam, busana bertujuan untuk melindungi tubuh pemakainya dari hal-hal yang bisa mencederainya, selain untuk menutupi aurat. Itu sebabnya pilih busana muslimah yang longgar sehingga menyamarkan siluet tubuh.



Kedua, pilih busana yang pas ukurannya agar tidak membahayakan saat melangkah. Busana yang kekecilan selain mengganggu gerak juga membuat kulit sulit untuk bernapas, selain tak sesuai kaidah berbusana menurut Islam.

Sementara busana yang terlalu besar ukurannya juga membahayakan karena bisa terinjak saat berjalan dan mengakibatkan pemakainya jatuh. Bisa juga terkait benda-benda yang lebih tajam sehingga merusak bahan dan mencelakai pemakainya. Untuk itu bisa pergi ke butik muslimah untuk mencari busana yang tepat.

Ketiga, saat ke butik muslimah pilih model dan warna yang sesuai aktivitas. Jika pengguna banyak beraktivitas, sebaiknya gunakan bahan menyerap keringat yang tak mudah kusut. Sebaiknya terdiri dari dua potong, atasan dan celana panjang. Untuk aktivitas yang lebih banyak diam di tempat, pengguna bisa menggunakan rok.

Selain memiliki koleksi warna-warna ceria, seperti pink, biru muda, oranye, dan merah, untuk berbagai acara yang bersifat tidak formal, sebaiknya miliki juga busana muslim berwarna netral dan formal, seperti biru tua, abu-abu, hitam, dan putih.

Serasikan

Tips keempat dalam menggunakan busana muslim adalah saat berbelanja baju muslimah baru di butik busana, usahakan untuk menyerasikan baju baru dengan model dan warna baju yang sudah dimiliki. Ini bermanfaat untuk berkreasi memadupadankan pakaian sehingga tetap bisa dipakai.

Kelima, biasakan memilih model penutup kepala yang tetap menutupi leher. Pelajari berbagai kreasi kerudung yang banyak diinformasikan media massa sehingga penggunanya bisa tetap mengikuti mode, namun tetap mengikuti aturan agama.

Keenam, pilih pakaian yang bisa menyamarkan kekurangan tubuh agar nyaman bersosialisasi. Misalnya, orang yang berbadan lurus sebaiknya menggunakan pakaian yang terkesan bertumpuk. Orang berbobot berat sebaiknya menyamarkan bagian berat tersebut dengan memilih bahan-bahan yang terkesan ringan.

Pemilihan warna saat membeli di butik busana muslimah juga bisa dilakukan untuk menutupi kekurangan. Misalnya, warna gelap cocok digunakan untuk orang yang berbadan besar. Tips terakhir, jika ingin menghadiri sebuah acara pesta, sebaiknya tak perlu bingung memilih pakaian.

Busana muslim sederhana yang dimiliki bisa terkesan mewah dengan cara memberikan pelengkap dari bahan yang terkesan mewah. Misalnya, menggabungkan batik berbahan katun dengan selendang berbahan organdi yang serasi, atau membalut gamis sederhana dengan obi dari sutra atau berbordir.

Sekarang apakah Anda berniat langsung memilih di butik busana muslimah? Semoga bermanfaat!!!

http://www.liputankita.com