Dua Puluh Lima

Dua puluh lima hal di 25 tahun. Continue reading “Dua Puluh Lima”

Iklan

Kehidupan

Kehidupan sangat menyebalkan bukan?

Aku juga merasa begitu.

Seringnya, aku tidak tahu kenapa aku hidup seperti ini.

Tapi aku tetap menjalaninya. Luar biasa, bukan?

(EXIT: 1)

Menyerah

Saat orang lain mencoba menghiburku, tidak berhasil.

Aku menganggapnya sekedar kata-kata, karena mereka tak mengalaminya sendiri.

Itulah yang aku pikirkan.

Tapi saat seseorang yang mengalami hal serupa mengatakannya, aku…

Aku merasa dia memahami perasaanku.

Bagaimana rasanya menyerah pada impian dan betapa beratnya itu.

(A Poem A Day : E/11)

 

 

Gagal : Tak Mengapa, Sungguh

Manusia, mereka semua menjalani kehidupan sambil ketakutan mereka akan gagal.

Aku juga berpikirnya begitu. Tak apa jika gagal. Sungguh tak apa.

Walaupun kau gagal, kau masih bisa bahagia. Mereka yang gagal, ada tak kelihatan sedih sama sekali.

(MM/MA)

Learn to Teach Sewing Club

Sekitar bulan Januari lalu, aku di japri sama mbak angkatan 2010, mba Jayen. Beliau menanyakan bahwa apa aku bisa untuk mengisi materi pelajaran menjahit di SMP IT Luqman Hakim Internasional (LHI).

Setelah menimbang-nimbang, aku mengiyakan. Semester ini aku ambil dua mata kuliah praktik, jadi aku pikir bisa menjalani semuanya.

Sewing club ini hanya terdiri lima kali pertemuan dari Januari sampai April 2018. Rentang waktu antar pertemuan sekitar dua atau tiga pekan. Peserta adalah siswa kelas VII dan VIII. Kelas IX tidak ikut club life skill karena persiapan Ujian Akhir Sekolah/Nasional (Maaf, aku gak update istilah ujian akhir yang terbaru. Setiap tahun ganti-ganti singkatan. Wkwk) Alhamdulillah-nya, peserta sewing club ini perempuan semua. Aku gak kagok jadinya. Oiya, jumlahnya ada 12 peserta. Tujuh siswa kelas VII dan lima siswa kelas VIII. Continue reading “Learn to Teach Sewing Club”

Editorial Fashion (Fashion Photography)

Setahun yang lalu saya ambil mata kuliah Fotografi Fashion.
Tugas untuk ujian akhir semester (UAS), adalah membuat fashion editorial. Untuk pengertian dan penjelasan lengkap mengenai fashion editorial, teman2 bisa searching sendiri ya. Kebanyakan artikel berbahasa Inggris.

Fashion Editorial menekankan kepada pengambilan gambar fashion yang berkonsep/bertema. Konsep yang diambil harus kuat. Dalam pengambilan gambar, kita harus menentukan aspek-aspek berikut : tema,makeup, model, wardrobe, properti, waktu (bisa diakali dengan pencahayaan/proses editing), tempat, dsb. Aspek-aspek tersebut harus matang agar memperoleh foto dengan kualitas baik. Juga aspek-aspek tersebut saling berkaitan dengan tema. Continue reading “Editorial Fashion (Fashion Photography)”

FAI : 19

“Pegel banget. Buat nunduk sakit,” gumam Fai.

Kelopak mata Fai bengkak. Hanya sebelah. Bengkak bukan karena menangis. Sakit yang kemungkinan tersengat serangga.
Fai mengoleskan minyak tawon di sekitarnya. Padahal hari ini, ia harus mengantar temannya Eneng ke terminal.

Sore itu, Fai melepas kepergian Eneng.
Mata Fai memerah, tapi tak satu pun bulir air mata menetes. Ia memandang sahabatnya dari kejauhan. Ada perasaan yang membuncah. Ia cemburu sekaligus kecewa. Cemburu pada kawannya yang berpindah (hijrah) dan justru kecewa pada dirinya sendiri.

Continue reading “FAI : 19”

Memulai (3) : Niat

Memulai sesuatu perlu dilandasi dengan niat.

Niat berasal dari bahasa Arab yaitu niyyat. Niat adalah keinginan dalam hati untuk melakukan suatu tindakan yang ditujukan hanya kepada Allah.
Ya, seharusnya niat ditujukan hanya kapada Allah. Sayangnya, kadang niat tidak selalu ditujukan kepada Allah. Niat yang melenceng, salah.

Memulai sesuatu dengan niat yang benar, akan menjadikan berkah.
Berkah yaitu bertambah-kembangnya kebaikan, serta menjadikan kita selalu ingat kepada Allah. Memudahkan jalan.

Lalu bagaimana jika memulai sesuatu dengan niat yang tidak tepat?
Melakukan suatu tindakan bukan ditujukan hanya kepada-Nya?
Melakukan suatu tindakan hanya karena tidak enakan?
Melakukan suatu tindakan hanya karena takut pada manusia?

Apakah kebaikan-kebaikan selalu bertambah berkembang, sehingga membuat saya semakin taqwa kepada-Nya?
Atau justru sebaliknya?
Kebaikan-kebaikan itu semakin lama semakin menghilang, tidak berkembang?
Apakah saya sudah memulai sesuatu dengan niat yang benar?

Memulai (2)

Pernahkah, tak ingin memulai hal yg tak kamu suka?
Aku pernah, terlalu kerap malah.

Memulai hal yg disuka saja, terkadang sulit. Sulit mengalahkan rasa malas. Apalagi memulai hal yang terlanjur dibenci. Kekuatan untuk memulainya perlu berlipat-lipat kali.

Memulai hal yang suka, mungkin hanya perlu mengalahkan rasa malas.
Tapi untuk memulai hal yang tak disuka perlu mengalahkan beberapa hal.
Rasa malas, jelas. Apalagi ego, itu yang susah. Aku akan beralasan bahwa aku tak suka, aku tak mampu, aku tak bisa menyelesaikan sampai akhir, aku tak bisa berikan yang terbaik.

Memulai hal yang terlanjur kamu benci.
Hati-hati lho, ada pepatah yang mengatakan bahwa benci yang berlebihan akan membuatmu jatuh dalam kecintaan.
Jangan-jangan, kamu akan mencintai pekerjaan yang kamu membencinya.
Bisa jadi kamu benci untuk memulai sekarang. Maka kamu akan mencintainya lusa.

Dan apa yang kamu rasakan sekarang?
(Cinta? Atau gelisah?)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑